GARA-GARA KACAMATA RENANG

November 4, 2009
  Oleh: ALI Yahya

            Pada hari Kamis, di lapangan sekolah, saya dan Latief bermain bola basket bersama. Ketika bel pulang berbunyi, guru olahraga mengatakan kalau nanti sore berenang. Sepulang sekolah, saya melihat tempat tidur saya berantakan. Saya tidak peduli dengan kamar yang berantakan itu. Saya langsung ganti baju dan menyiapkan semua keperluan untuk renang nanti.

Saat saya mencari kacamata renang, kacamata itu tidak ada. Sayapun mencari-cari kacamata renang itu. Tetapi, tidak ada dimana-mana. Akhirnya, saya membeli kacamata renang lagi. Sesampai disana saya mengambil nilai renang.

Selesai mengambil nilai renang saya bermain-main dengan teman saya di kolam renang. Setelah lelah renang, saya  pulang ke rumah. Sesampai di rumah, saya langsung merapikan tempat tidur.                                                                                                                          

Pada saat saya membuka tirai jendela, saya terkejut. Kacamata renang yang saya kira hilang itu  ternyata ada di balik tirai. Sayapun menyesal tidak merapikan tempat tidur. Gara-gara itu saya harus membeli kacamata renang lagi.

 

 

 

 

 

 


Tak Kusangka

June 24, 2009

Oleh: Nur Amanah Santoso

Ujian sekolah usai sudah. Hari demi hari kulalui dengan berdebar-debar. Betapa tidak! Ya, karena ujian kali ini adalah penentuan apakah aku lulus SD atau tidak. Disela-sela menunggu aku mendaftar kelas aksel di SMPN-1 Bengkulu. Sayang gagal. Aku kemudian mendaftar kelas RSBI di sekolah yang sama. Alhamdulillah aku lulus. Meski demikian aku masih menunggu dengan gelisah, yaitu pengumuman kelulusan. Tibalah saat yang ditunggu. Tanggal 20 Juni 2009 aku dinyatakan lulus ujian nasional. Sayangnya pengumuman itu belum ada nilainya. Nah, tanggal 23 Juni 2009 nilaipun diumumkan. Tak kusangka! Aku menduduki peringkat 1 di SDN-1 dengan nilai UN 28,40. Aku yang sejak kelas 4 tidak lagi masuk dalam 10 besar meraup sukses. Tidak sia-sia aku belajar dengan keras selama ini. Kini, aku masuk peringkat 10 besar di kelasku. Kado buat kedua orangtuaku. Aku akan berusaha keras di SMP nanti. Au bercita-cita ingin jadi dokter.


BUANG SAMPAH

May 14, 2009

Oleh: Nur Amanah Santoso

Kelas VI-A SDN-I Kota Bengkulu 

            Aku melihat sampah berserakan di jalan. Tetapi, tak ada satu orang pun yang mau membuang sampah ke tempat sampah. Padahal, di sana sudah disediakan tempat khusus untuk membuang sampah tersebut. Mereka tidak peduli dengan sampah-sampah itu. Mereka selalu menyepelekan hal itu. Padahal, sampah-sampah itu dapat membuat bencana alam jika tidak diatasi, yaitu banjir. Yah,  di kotaku jika hujan seharian sudah pasti akan banjir. Banyak kerugian yang diderita seperti sawah yang tergenang, jalan yang semakin rusak, rumah dan perabotan yang tergenang air dan lain sebagainya. Aku tidak habis pikir  mengapa mereka tidak sadar juga. Read the rest of this entry »


Berkemah di Hutan Nenek Sihir

May 14, 2009

Oleh: Nur Amanah Santoso

A khirnya perang remote TV berakhir damai. Kami akan bergantian menonton TV di kamar. Jadi, jika aku yang nonton di kamar, Kak Frisa nonton di ruang keluarga. Begitu pula sebaliknya.

          Setelah puas menonton TV, tiba-tiba aku dapat ide untuk berkemah di hutan. Pasti seru! Aku pun menghampiri kakakku untuk meminta persetujuan.

          “ Yah… gimana ya? Kalau Cuma berdua sich, gak seru,” begitu pendapatnya.

          “ Kita ‘kan bisa mengajak teman-teman kita yang lain,” usulku dengan penuh harap.

          “ Ng… yah … oke dech! Aku setuju,” kata Kak Frisa akirnya. Ia setuju dengan usulku mengadakan acara berkemah di hutan. Aku senang sekali. Langsung kutelepon temanku, Mellysa. Read the rest of this entry »


Hikmah Maulid Nabi Muhammad

May 8, 2009

Oleh:

Auki Akbar, Ali Yahya, Anom Yusuf, Rizki Tian Bahari dan Rahmatan Zuhri PS

SMPN-I Kota Bengkulu

 Pendahuluan

            Maulid Nabi Muhammad, saw adalah sebuah upacara atau peringatan untuk mengenang lahirnya Nabi Muhammad, saw. Nabi Muhammad merupakan penyebar agama islam. Dalam hidupnya, dia memiliki perilaku yang baik, sehingga disebut sebagai uswatun hasanah (contoh teladan yang baik).

            Ide maulid nabi terjadi pada saat Salahudin (berasal dari suku Ayyub) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji. Ia menghimbau agar jemaah haji setelah kembali ke kampungnya masing-masing mensosialisasikan perayaaan Maulid Nabi. Salahuddin menyatakan bahwa mulai tahun 580 H (1184 M), setiap 12 Rabiul-awal, dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dan diisi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat juang umat Islam. Salahuddin ditentang oleh para ulama, sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama hanya ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid’ah yang terlarang. Read the rest of this entry »


Perang Memperebutkan Remote TV

April 22, 2009

OLEH : NUR AMANAH SANTOSO

SDN-1 Bengkulu Kelas VI-A

 

 

   “ Uuuuh!..” keluhku. Aku mengeluh begini

 

karena panasnya minta ampun di kelas biologi. Soalnya AC di kelas biologi rusak berat. Semua anak di kelas itu mengeluh kepanasan. Menyebalkan sekali!

          “ Kriiiiiinnnngg…..!!!!”

          “ Baiklah! Pelajaran selesai. Kalian boleh pulang,” kata Ms. Clea singkat.

          “ Hhhooorrreeee !!!!” jerit para murid senang. Soalnya, pelajaran biologi sangat membosankan. Panas lagi. Ditambah lagi gurunya galak abiiieezzz.

          “ Hello! Chessa! How are you?” sapa suara yang sangat kukenal karena setiap hari aku selalu mendengar suara itu. Tapi, aku malas membalas sapaannya itu.

          “ Hei! Disapa kok malah diem sich?” kata suara itulagi dengan nada setengah kesal. Kalian tahu siapa dia? Ya! Dia adalah kakakku yang memiliki nama Frisa Amalia Stevanie. Orang yang paling menyebalkan di dunia! Usilnya minta ampyuun! Read the rest of this entry »


HUTAN INDAH DIBALIK HUTAN TERLARANG

April 14, 2009

Oleh: Nur Amanah Santoso

Sekolah Dasar Negeri I Bengkulu Kelas 6 A

 

            Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang anak yang bernama Mila. Dia tinggal berdua dengan ibunya. Rumahnya terletak di pinggir hutan terlarang. Kata orang, disana ada penunggunya. Setiap ada orang yang masuk kesana, mereka tidak akan pernah kembali lagi. Katanya, sudah banyak orang yang hilang disana. Termasuk teman Mila dan keluarganya. Teman Mila itu bernama Linda. Jauh sebelum hutan itu disebut hutang terlarang, keluarga Linda bermaksud piknik di hutan itu. Tetapi, setelah satu bulan, mereka tidak pernah kembali lagi. Mila penasaran dengan hutan itu. “Apa benar hutan itu ada penunggunya? Kalau ada aku mau lihat ah!” seru Mila. Iapun meminta izin kepada ibunya. “Tidak boleh! Kalau kamu ngilang bagaimana? Kamu kan tahu kalau hutan itu berbahaya!”, kata ibunya ketus. “Justru itu aku ingin kesana! Lagipula kan Cuma lihat-lihat aja! Aku tidak akan hilang kok!” , bohong Mila. Ibunya berpikir sejenak, lalu ia berkata: “Baiklah! Ibu izinkan. Tapi hati-hati ya!” Terima kasih bu!”, seru Mila. Iapun segera bergegas kesana dengan membawa perbekalan. Read the rest of this entry »


Pidato Perpisahan (Ujian Praktek)

April 14, 2009

Nama : Nur Amanah Santoso

            Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang Terhormat Bapak dan Ibu Guru SD Negeri 1 kota Bengkulu, dan teman   teman kelas 6 yang tercinta. Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah s.w.t., karena pada hari  ini kita semua dapat berkumpul untuk merayakan “Kelulusan dan Perpisahan Murid SD negeri 1 kota Bengkulu Angkatan 2008-2009″.

            Alhamdulilah, kita semua berhasil lulus akhirnya. Hari-hari penuh ujian yang sangat menegangkan kini berakhir sudah. Kita lulus! Kita akan meninggalkan sekolah ini dan berpisah. Betapapun beratnya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hampir semua diantara kita baru bertemu dan berteman akrab saat bersekolah di sini. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah dijalin selama enam tahun ini dapat bertahan selamanya. Seakan tak tergoyahkan oleh apapun. Mungkin di antara kita ada yang merasa senang mengalami perpisahan karena yang mereka tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih menyenangkan dibanding hal-hal di sini yang sangat membosankan. Tapi mungkin di sisi lai, ada yang merasa sangat sedih karena telah mengalami banyak hal menyenangkan di sini. Betapa banyaknya kenangan yang telah tercipta. Baik yang manis maupun yang pahit. Read the rest of this entry »


Mendaki Gunung

July 17, 2008

Oleh: Ali Yahya, Kelas 2 SMPN I Bengkulu

 

            Pagi hari yang cerah di hari minggu ini Toni masih tidur di kamarnya. Angka jarum jam menunjukkan pukul 08.00.

            “Toni, ayo cepat bangun!”, seru ibu Toni.

            “Ya, bu, Toni sudah bangun kok”, jawab Toni.

            “Bangun tidur  langsung bereskan tempat tidurnya”, kata ibunya.

            Toni  bangun dengan malas, Ia  kemudian membereskan tempat tidurnya. Angka jarum jam menunjukkan pukul delapan lewat. Ibu Toni kemudian melongok ke  kamar Toni.

            ”Cepat mandi dan makan ya Ton. Ini ibu masak makanan kesukaanmu”, kata ibunya.

            ”Baik, bu”, jawab Toni. Toni pun dengan masih mengantuk pergi ke kamar mandi. Selesai mandi dan ganti baju, Toni pergi ke meja makan untuk sarapan. Toni makan dengan lahap. Habis ibu masak nasi goreng spesial kesukaannya. Selesai makan Toni pamit.

            ”Toni main dulu ya bu!”, seru Toni.

            “Ya, hati-hati ya nak. Jangan lupa siang pulang dulu untuk sholat”, jawab ibunya.

            Toni pergi ke tempat perkumpulan teman-teman. Disana sudah ada Doni, Abdel dan Fadlan. Mereka ingin membicarakan tentang liburan sekolah minggu depan.

            “Hai, teman-teman, sudah dapat ide liburan sekolah nanti?’, tanya Toni bersemangat.

            “Belum Ton”, kata Doni.

            Setelah berpikir sejam akhirnya Toni mendapatkan ide.

            “Kalau begitu, aku ada tiga usul nih, mau dengar,” kata Toni.

            “Cepat katakan!, seru Fadlan, Doni dan Abdel serempak.

            “Kita dapat ke pantai, atau ke hutan atau mendaki gunung,” sahut Toni. Setelah berdebat panjang sekali mereka pun sepakat untuk naik gunung.

            ”Kalau begitu minggu depan jam sembilan pagi berkumpul di rumahku, kita naik mobilku. Merekapun pulang dengan semangat.

            ”Jangan lupa ya!” seru Toni kepada teman-temannya. Seminggu kemudian, sesuai janji mereka berkumpul di rumah Toni. Mereka pergi untuk mendaki gunung. Di tengah perjalanan mereka menyanyi dengan gembira.

            Setelah sampai disana, Toni dan teman-temannya menghirup udara segar. Di bawah kaki gunung mereka mulai mendaki. Mereka mendaki sambil menyanyi dengan gembira. Mereka mulai kecapaian, lalu istirahat di tanah yang kotor. Toni memakan perbekalan dengan lahap. Begitu pula dengan Fadlan, Doni dan Abdel. Mereka melanjutkan untuk mendaki gunung. Akhirnya mereka sampai di atas gunung. Disana indah sekali. Ada bunga-bunga, kupu-kupu yang sedang menghisap nektar. Disana juga ada padang rumput yang luas. Mereka mendirikan tenda mereka disana. Hari mulai sore. Merekapun pulang. Mendaki gunung itu menjadi sebuah kenangan terindah bagi Toni dan kawan-kawannya (tamat).


GERALD YANG GIGIH

July 16, 2008

Oleh: Ali Yahya
SMP Negeri I Bengkulu
Di suatu perkampungan yang terletak di pinggir pantai tinggallah seorang anak yang bernama Gerald. Ia tinggal bersama ayahnya. Ibunya meninggal pada saat ia masih berumur 7 tahun. kini ia tumbuh menjadi anak remaja yang sabar, sopan santun, selalu membantu ayahnya menangkap ikan untuk dijual dan sebagian untuk makan sehari-hari. Ia juga baik terhadap orang di sekelilingnya.
Pada suatu hari, ayah Gerald dan rombongannya pergi ke tempat yang jauh.
“Apakah ayah akan lama pulangnya?, Tanya Gerald sedih
”Nak, mungkin ayah akan lama perginya. Jadi Gerald, tolong jaga rumah baik-baik, ya”, kata ayahnya.
”Iya ayah, aku akan menjaga rumah dengan baik”, kata Gerald.
Beberapa menit kemudian kapal berangkat. Gerald melambaikan tangannya. Gerald pulang ke rumah. Gerald selalu menunggu ayahnya. Beberapa hari kemudian, Gerald mendapat kadar dari tetangga-tetangganya bahwa kapal yang ditumpangi ayahnya tenggelam di dasar laut, dan ditemukan puing-puing kapal di suatu pulau yang jauh dari perkampungan itu.
Gerald sedih sekali mendengarnya. Lima hari setelah kejadian itu, datanglah prajurit-prajurit dari kerajaan. Prajurit itu membacakan sayembara. Jika ada yang bisa menangkap ikan yang besar maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Gerald gemberi sekali mendengarnya. Ia sangat menginginkan sebuah kapal dan rumah baru. Ia mengikuti sayembara itu dengan kapal dan membawa perbekalan yang cukup. Gerald pergi memancing di tengah laut. Ternyata sudah banyak yang juga mengikuti sayembara tersebut.
”Aku tak kan menyerah. Aku harus berjuang demi keinginanku”, tekad Gerald dengan semangat yang membara.
Beberapa jam berlalu, iakan-ikan hasil tangkapan Gerald tidak ada yang besar. Seseorang mendapatkan ikan yang besar. Ia bernama Giant. Sesuai namanya, ia juga mempunyai badan yang besar. Giant gembira sekali. Gerald tak ingin menyerah. Dua puluh menit kemudian kail Gerald bergerak-gerak, dan Gerald berusaha menangkap ikan itu. Akhirnya ikan itu dapat Gerald angkat ke dalam kapalnya. Ternyata, ikan itu adalah ikan yang sangat besar. Melebihi hasil tangkapan Giant. Gerald pun memenangkan sayembara itu. Gerald dapat mewujudkan keinginannya, yaitu untuk mendapatkan kapal yang besar dan sebuah rumah (tamat).