Oleh: Ali Yahya, Kelas 2 SMPN I Bengkulu
Pagi hari yang cerah di hari minggu ini Toni masih tidur di kamarnya. Angka jarum jam menunjukkan pukul 08.00.
“Toni, ayo cepat bangun!”, seru ibu Toni.
“Ya, bu, Toni sudah bangun kok”, jawab Toni.
“Bangun tidur langsung bereskan tempat tidurnya”, kata ibunya.
Toni bangun dengan malas, Ia kemudian membereskan tempat tidurnya. Angka jarum jam menunjukkan pukul delapan lewat. Ibu Toni kemudian melongok ke kamar Toni.
”Cepat mandi dan makan ya Ton. Ini ibu masak makanan kesukaanmu”, kata ibunya.
”Baik, bu”, jawab Toni. Toni pun dengan masih mengantuk pergi ke kamar mandi. Selesai mandi dan ganti baju, Toni pergi ke meja makan untuk sarapan. Toni makan dengan lahap. Habis ibu masak nasi goreng spesial kesukaannya. Selesai makan Toni pamit.
”Toni main dulu ya bu!”, seru Toni.
“Ya, hati-hati ya nak. Jangan lupa siang pulang dulu untuk sholat”, jawab ibunya.
Toni pergi ke tempat perkumpulan teman-teman. Disana sudah ada Doni, Abdel dan Fadlan. Mereka ingin membicarakan tentang liburan sekolah minggu depan.
“Hai, teman-teman, sudah dapat ide liburan sekolah nanti?’, tanya Toni bersemangat.
“Belum Ton”, kata Doni.
Setelah berpikir sejam akhirnya Toni mendapatkan ide.
“Kalau begitu, aku ada tiga usul nih, mau dengar,” kata Toni.
“Cepat katakan!, seru Fadlan, Doni dan Abdel serempak.
“Kita dapat ke pantai, atau ke hutan atau mendaki gunung,” sahut Toni. Setelah berdebat panjang sekali mereka pun sepakat untuk naik gunung.
”Kalau begitu minggu depan jam sembilan pagi berkumpul di rumahku, kita naik mobilku. Merekapun pulang dengan semangat.
”Jangan lupa ya!” seru Toni kepada teman-temannya. Seminggu kemudian, sesuai janji mereka berkumpul di rumah Toni. Mereka pergi untuk mendaki gunung. Di tengah perjalanan mereka menyanyi dengan gembira.
Setelah sampai disana, Toni dan teman-temannya menghirup udara segar. Di bawah kaki gunung mereka mulai mendaki. Mereka mendaki sambil menyanyi dengan gembira. Mereka mulai kecapaian, lalu istirahat di tanah yang kotor. Toni memakan perbekalan dengan lahap. Begitu pula dengan Fadlan, Doni dan Abdel. Mereka melanjutkan untuk mendaki gunung. Akhirnya mereka sampai di atas gunung. Disana indah sekali. Ada bunga-bunga, kupu-kupu yang sedang menghisap nektar. Disana juga ada padang rumput yang luas. Mereka mendirikan tenda mereka disana. Hari mulai sore. Merekapun pulang. Mendaki gunung itu menjadi sebuah kenangan terindah bagi Toni dan kawan-kawannya (tamat).